JuRnalplus.com, PALEMBANG — Kepergian H. Halim meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Sumatera Selatan. Almarhum menghembuskan napas terakhir pada Rabu, 22 Januari 2026, pukul 14.25 WIB di Rumah Sakit Siti Fatimah, Palembang, setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi penyakit yang dideritanya.
Berdasarkan keterangan keluarga, kondisi kesehatan H. Halim mulai menurun sejak sekitar sepekan sebelum wafat. Almarhum diketahui mengalami komplikasi penyakit, termasuk asma, yang menyebabkan aktivitasnya sangat terbatas dan harus mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Dalam beberapa hari terakhir sebelum meninggal dunia, kondisi H. Halim dinyatakan kritis oleh tim medis. Perawatan dilakukan secara ketat di Rumah Sakit Siti Fatimah, sementara pihak keluarga terus mendampingi dan memantau perkembangan kesehatannya.
Di tengah kondisi kritis tersebut, proses hukum yang tengah dijalani H. Halim turut terdampak. Almarhum diketahui berstatus terdakwa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) untuk proyek strategis nasional. Karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, sidang pengadilan terpaksa ditunda.
Penasihat hukum H. Halim, Lisa Merida, menyampaikan bahwa kliennya tidak dapat menghadiri persidangan karena kondisi kesehatan yang terus menurun. Pihaknya juga telah menyampaikan keterangan medis kepada majelis hakim agar H. Halim dapat fokus menjalani perawatan.
Pada Rabu pagi, 22 Januari 2026, kondisi H. Halim semakin memburuk. Sejak pagi hari, almarhum dilaporkan sudah tidak sadarkan diri hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis pada pukul 14.25 WIB.
Setelah dinyatakan wafat, jenazah H. Halim sementara disemayamkan di Rumah Sakit Siti Fatimah guna menyelesaikan proses administrasi dan pemulasaraan. Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah duka di kawasan Dr M.ISA, Palembang, untuk disemayamkan.
Rencananya, H. Halim akan dimakamkan di pemakaman Dr M.ISA, berdampingan dengan makam keluarga. Prosesi pemakaman akan dilaksanakan setelah seluruh rangkaian pemulasaraan jenazah selesai dan dihadiri keluarga serta kerabat dekat.
Kepergian H. Halim menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang tokoh yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Pihak keluarga memohon doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.






